06/04/16

Arema Juara

 Arema Cronus berhasil juara
"Piala Bhayangkara" 2016



Arema Cronus berhasil keluar sebagai juara "Piala Bhayangkara" 2016 usai menundukkan Persib Bandung 2-0 di partai final di Stadion Gelora Bung Karno, Jakarta, pada Minggu, 3 April 2016.

Kedua gol Arema dicetak oleh Raphael Maitimo pada menit ke-59 dan Sunarto pada menit ke-84. Meski gol baru tercipta pada babak kedua, laga ini langsung menyuguhkan permainan cepat sejak pertandingan dimulai. Bahkan, Cristian Gonzales langsung mengancam gawang Persib yang dijaga I Made Wirawan beberapa menit setelah peluit dibunyikan.

Ancaman dari Gonzales menjadi cambuk bagi anak asuh pelatih Persib, Dejan Antonic, untuk berbalik melakukan serangan. Bahkan, tim Maung Bandung menguasai jalannya pertandingan, sedangkan Arema terlihat banyak melakukan kesalahan.

Meski menekan, Persib justru kehilangan sang motor serangan, Atep, yang harus ditarik keluar dan digantikan Tantan. Keluarnya pemain yang biasa disebut Sang Pangeran ini sedikit berdampak pada tekanan.

Namun, seiring berjalannya waktu justru Tantan nyaris membuka kebuntunan. Hanya saja, tendangannya mampu dibaca oleh kiper Arema, Kurnia Meiga.

Arema juga beberapa kali mendapatkan peluang. Selain melalui Johan Alfarizie, tim Singo Edan memiliki peluang dari Dendi Santoso maupun Esteban Viscara. Hanya saja upaya untuk menciptakan gol oleh anak asuh Milomir Sislija itu belum membuahkan hasil.

Mendapatkan dukungan penuh dari supporter masing-masing, kedua klub terus berusaha memecah kebuntuan. Bahkan permainan keduanya cenderung keras sehingga membuat wasit mengeluarkan kartu kuning pada Alfarizie dan Viscara dari Arema dan Tony Sucipto dan Belencoso dari Persib.

Memasuki babak kedua, kedua tim tak mengendorkan serangan. Saking kerasnya tempo permainan, bahkan pemain Persib, Rudolof Yanto Basna, langsung diganjar kartu kuning, 10 di awal babak kedua.

Arema, yang terlihat bingung pada babak pertama, mulai menunjukkan taringnya dan memecah kebuntuan pada menit ke-59 melalui gol Raphael Maitimo menggunakan tumitnya. Sebuah gol yang sangat spektakuler, kedudukan 1-0 untuk Singo Edan.

Persib kini di bawah tekanan. Akibatnya, Yanto Basna kembali dikenakan kartu kuning keduanya. Ia pun diusir keluar lapangan pada menit ke-10. Pemain terbaik Piala Jenderal Sudirman 2015 itu menendang botol air minum ke arah Vizcarra sehingga mengenai kepala pemain asal Argentina tersebut.

Unggul jumlah pemain, Arema semakin gencar menyerang. Puncaknya pada menit ke-84 ketika Sunarto menggandakan keunggulan menjadi 2-0.

Gol Sunarto menyambut umpan silang Cristian Gonzales dengan baik di depan muka gawang Persib. Padahal Sunarto baru saja masuk ke lapangan hanya beberapa menit sebelumnya, menggantikan Lopicic.

Skor 2-0 untuk Arema. Tim Singo Edan berhak mendapatkan gelar juara Piala Bhayangkara 2016.

Kemenangan yang diraih oleh Arema Cronus dalam laga final Piala Bhayangkara 2016 atas Persib Bandung disambut suka cita pelatih Milomir Seslija. Pelatih yang akrab disapa Milo ini menyebut bahwa dirinya adalah pelatih yang paling senang sekarang. "Kita sudah memainkan banyak pertandingan dan saat ini kita adalah tim terbaik di Indonesia," jelasnya.

Bagi pelatih asal Bosnia tersebut, kemenangan Arema Cronus didapatkan dengan cara yang tidak mudah sebab pada awal pertandingan, timnya sempat tak berkembang.

"Tapi pada babak kedua kita sudah lebih baik bahkan Persib tak mampu membuat peluang sama sekali," tandasnya.

Milo menyatakan timnya sudah mengantisipasi cara bermain Persib yang salah satu andalannya adalah melakukan serangan balik cepat.

"Persib adalah tim yang bagus saat melakukan serangan balik tapi saat pertandingan hal itu tak jadi masalah," ucapnya.

Trofi kedua Milo untuk Arema Cronus ini pun dipersembahkan untuk Aremania dan warga Malang Raya.

"Dan pemain saya sekarang memainkan sepakbola terbaik di Indonesia," pungkasnya.

Arema Cronus mampu menang dengan skor 2-0 melalui gol yang dicetak Raphael Maitimo dan Sunarto.